Haloooooo.. thanks for visiting my first blog ^^
Blog ini sedikit banyak akan bercerita mengenai art and craft dan mungkin
juga akan menampilkan beberapa tips menarik bagi pembaca.
Oke bloggers, pertama akan saya sampaikan mengapa saya lebih
memilih craft sebagai bahasan pertama
saya. Yups itu semua karena sekarang saya sedang menempuh kuliah semester 6 di
sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya daaaaaaaan, pada semester ini pula saya harus mengambil mata kuliah
minor yang salah satu pilihannya adalah “Kriya” atau yang dalam bahasa
Inggrisnya dinamai craft. Dan yang
perlu bloggers ketahui bahwasanya saya ingin sekali mengambil matakuliah minor
itu, tetapi pada kenyataannya jadwal kuliahnya bertabrakan dengan mata kuliah prasyarat
yang harus saya ikuti! AAAAAA betapa menjengkelkan sekali hal itu!!!!! Tapi
saya tidak akan menyerah kawan-kawan :D Dari blog inilah saya akan sedikit mengulas
tentang kriya sehingga dapat mengobati rasa dahaga saya terhadap hal
itu, HAHAHAHAHAHA *ups* Dan tentunya saya berharap agar postingan postingan saya
dapat berguna juga buat para bloggers ^_^
Dari beberapa literatur yang saya baca mengenai kriya dikatakan
bahwa kriya dalam bahasa Inggris disebut juga dengan craft atau juga biasa dikatakan sebagai handycraft. Kriya juga biasanya dianggap berbeda dengan kerajinan
tangan, ada beberapa pakar kriya yang mengatakan seperti itu. Namun salah satu dari
beberapa sumber yang telah saya baca, saya lebih merasa sependapat dengan
seorang pakar kriya dari Negeri Matahari Terbit yaitu Tadahiro Baba. Tadahiro
Baba mengatakan bahwa kriya merupakan hasil ciptaan dari kebudayaan sehari-hari (daily culture) yang memiliki nilai-nilai
historis, tradisi, dan nilai kepercayaan. Menurutnya barang-barang kriya akan
tetap diakui di lingkungan masyarakat ketika benda kriya tersebut digunakan
dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sehingga masyarakat dapat merasakan bahwa benda-benda kriya tidak hanya berfungsi sebagai barang-barang
seni yang memiliki nilai estetika tetapi juga memiliki nilai guna yang dapat
dimanfaatkan.
 |
Tadahiro Baba
Seorang pakar kriya dari Universitas Seni Tokyo. Setelah bekerja
sebagai corporate designer di sebuah perusahaan, Ia memiliki kantor desain
sendiri yang memproduksi alat-alat berbahan metal untuk keperluan sehari-hari. Dia
mendesain produk-produknya dengan teknik tradisional yang dimiliki dengan
memanfaatkan kelebihan dari material yang digunakan. (Sumber: http://metrocs.jp)
|
Selain yang dikatakan oleh Tadahiro Baba saya juga sempat
membaca beberapa literatur yang mengatakan bahwa kriya memiliki banyak jenis
yang dibedakan berdasarkan bahan dasar pembuatannya yaitu bahan kriya dengan
bahan dasar tekstil atau kulit, menggunakan bahan dasar kayu, logam, tanah
liat, tulang, tanduk, gelas, atau batu, menggunakan kertas atau kanvas, tanaman
dan masih banyak yang lainnya.
Nah bloggers, sudah tau kan bahan apa saja yang biasanya
dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kriya?
Sekarang mari kita bahas mengenai jenis kriya apa saja yang dapat
dihasilkan dari bahan dasar tekstil.
inspiring. terus merajut.
ReplyDelete